Petualangan Seru Bersama Sang Master Di Curacao

Petualangan bisa diartikan sebagai kegiatan atau pengalaman menarik yang penuh dengan tantangan, penuh risiko, bahkan berbahaya. Dan pelakunya sendiri disebut sebagai petualang.

Biasanya sang petualang akan melakukan petualangan demi mendapatkan apa yang selama ini menjadi keinginan, tekad ataupun cita-citanya. Misalnya ingin berkeliling dunia, ingin menaklukkan hewan buas, ingin mengetahui sejarah suatu bangsa, dan lain-lain.

Seperti yang saya lakukan bersama Sang Master saat kapal kami sedang berlabuh di Willemstad, Curacao. Kegiatan berpetualang menjadi hal menantang yang harus kami lakukan. Demi mengetahui, melihat dan mempelajari sesuatu yang sedang kami dalami.

Asal-muasal Adanya Petualangan Seru Di Curasao

petualangan seru di curacao maritime museum
ini adalah foto yang dikirim Sang Master saat mengajak saya untuk berpetualang ke museum maritime di Curacao

“Pa’, disini ada museum, namanya “Curacao Maritime Museum”. Gimana? Apakah kita harus kesana?”

Pesan yang dikirim oleh Sang Master (red: Boss Dindin) melalui WhatsApp tersebut, buat saya bukan sekadar informasi yang menggairahkan. Tapi lebih kepada ajakan yang akan menjadi petualangan seru, dari seseorang yang sudah meracuni hidup saya. Racun yang sudah mengalir ke seluruh aliran darah dalam tubuh yang sulit untuk dibersihkan. Namun, saya berterima kasih kepada beliau. Kenapa? Karena dengan racun inilah saya merasakan hidup seakan lebih berarti. Hidup saya menjadi lebih terarah, mempunyai tujuan yang jelas, dengan cita-cita luhur sebagai pelaut yang berkepribadian.

Pelaut yang cinta terhadap profesinya sebagai seorang pelaut. Yang berlayar mengarungi samudera luas, dengan tanpa rasa takut dan was-was. Tapi tidak membuat kami menjadi manusia bias apalagi buas.

Awaaas!

Petualangan Seru Museum Mulai Direncanakan

Setelah menerima pesan WA itu, rencana pun mulai disusun agar berjalan sesuai harapan. Akhirnya kami bertemu keesokan harinya saat coffee time. Beliau sungguh piawai sekali membuat saya semakin bersemangat berkunjung ke museum. Bagaimana tidak? Racun yang sedang saya nikmati begitu menggoda jelas di depan mata. Dan sebentar lagi bisa saya lihat dan saya sentuh secara langsung.

“OK Boss, nanti siang saya ijin ke Foreman (sebutan untuk supervisor engine room) agar bisa go ashore“. Dan Boss Dindin (Red: Sang Master) mengacungkan dua jempol nya pertanda setuju dan siap menunggu kabar baik dari saya.

Akhirnya!

Tepat jam 11 siang, saya meminta ijin ke Foreman untuk go ashore. Dan jawabannya adalah……
“Memangnya mau kemana? Kerjaan lagi banyak. Ada juga bantuin!” He said.

“Oooh” (dalam hati terus menggerutu. “Kampreeeeet. Gimana nih kalo ga jadi?”). Sepertinya rencana ke maritime museum akan sirna begitu saja. Namun, saya tidak kehabisan akal dong. Tidak mendapat ijin dari dia juga tidak apa-apa yang penting saya tetap go ashore.

“Maksain banget ya..?”

He he he….iya lah. Karena ini merupakan kesempatan besar yang belum tentu saya dapatkan lagi di tempat lain. Di maritime museum ini saya bisa mempelajari apa yang menjadi hobi baru saya. Hobi yang lebih asyik saya bilang racun ganas, yang menjalar cepat ke seluruh tubuh, yang siap menularkan ke teman-teman pelaut lainnya (jika mereka mau diracuni, heee).

Gimana, BrooGO mau?

Apa Sebenarnya Hobi Yang Menjadi Racun Itu?

Petualangan seru di curacaoxxx
Toko Imperial Hobbies di Vancouver, Canada

Itulah Model Kit atau Model Scale Set. Yaitu sebuah miniatur kapal, pesawat, tank, dll, yang dirakit dari beberapa part yang jumlahnya hingga ratusan, tergantung dari model dan skalanya. Diantaranya 1 : 1200, 1 : 800, 1 : 700, 1 : 350, dan 1 : 72. Bahan dari model tersebut ada yang terbuat dari plastik, resin dan metal. Apapun namanya, dia sudah membuat saya berbelanja ke tempat jauh ke Imperial Hobbies di Vancouver, Canada. Salah satu toko terbesar di Vancouver yang menjual berbagai macam model kit, komik, gundam, dan lain-lain. Untuk sampai kesana bisa menggunakan taksi dengan ongkos sekitar $34 dan jarak tempuh sekitar 45 menit dari Canada Place, tempat kapal Nieuw Amsterdam berlabuh.

Saatnya Berangkat ke Maritime Museum Di Curacao

petualangan seru di curacao

Rasanya sudah tidak sabar menunggu jam 12 siang. Bukan karena perut lapar belum makan siang. Tapi, itu adalah waktu yang tepat untuk meminum racun model kit di Curacao. Waktu yang sudah kami tentukan untuk mengunjungi Curacao Maritime Museum.

Gagang telepon diangkat, nomor tujuan satu persatu ditekan, and…..

“Boss gimana dah siap?”
“Ok, siap”
“Ok, saya meluncur ya….!”

Dengan penuh antusias saya melangkahkan kaki dengan langkah yakin dan pasti. Tidak lupa bawa Crew ID (wajib dibawa saat go ashore), Dompet (siapa tau ada yang mau dibeli), Handphone (untuk selfi bersama model kit). Namun sayang, waktu itu saya tidak melengkapi diri dengan tongsis (red: tongkat narsis). Jadi, dengan sangat terpaksa Sang Master yang menjadi sasaran empuk untuk dipintain tolong.

“Sekali Boss, sama kapal layar ini” (sebenarnya sih gak cuma sekali, tapi sekali nya itu diulang-ulang. Heeee!)

Begitu scan Crew ID di gangway dan monitor komputer security muncul tulisan “have fun a shore“. Itu artinya saya bisa keluar kapal untuk melanjutkan rencana bersama Si Boss. Kemudian kami pun berjalan dengan agak terburu-buru. Karena waktu yang saya punya cuma satu jam saja (maklum lah gak dapet ijin freelance/go ashore sama foreman). Namun, tidak lupa mampir dulu ke pusat informasi yang ada di depan gate keluar pier. Untuk menanyakan lokasi dan arah yang tepat menuju tujuan kami.

Hal Menarik Apa Saja Yang Menjadi Perhatian Saya Dalam Perjalanan Menuju Museum?

Go ashore merupakan kegiatan yang mengasyikkan bagi kebanyakan crew kapal pesiar seperti saya. Dan go ashore yang paling asyik juga hemat adalah dengan berjalan kaki. Selain demi menjaga kesehatan, dengan berjalan kaki, akan lebih banyak yang bisa kita lihat. Bisa lebih memerhatikan lingkungan sekitar yang kita lalui. Seperti beberapa yang menjadi perhatian saya berikut ini:

Musisi Jalanan

petualangan seru di curacao1
pengamen jalanan di curacao

Dia bukanlah artis yang mau bantung setir, bukan pula penyanyi yang sedang tidak rekaman. Dia hanyalah anak kecil berusia belasan tahun. Dengan suaranya yang tidak bisa dibilang merdu, dia terus saja menabuh alat musik yang dibawanya, sambil menyanyikan lagu cinta. Bahkan, dia sendiri tidak tahu apa itu cinta. Meskipun begitu, anak kecil itu tetap semangat dan tidak segannya melemparkan senyuman manis kepada para pejalan kaki, demi mengumpulkan koin recehan.

Jembatan Apung “Queen Emma Bridge”

petualangan seru di curacao2
ngasih tau istri dulu ah kalo saya lagi di jembatan Queen Emma Curacao

Jembatan apung Curacao atau yang dikenal sebagai “Queen Emma Bridge”, ini tidak seperti jembatan cinta di Kepulauan Seribu, yang menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Bukan pula jembatan cinta nya Purbalingga yang berada di tengah-tengah sawah. Tapi, ini adalah jembatan yang terapung diatas beberapa perahu sebagai pondasi yang berjumlah 16 buah. Yang dikenal dengan sebutan “Swing Old Lady“. Dengan dua perahu motor yang digunakan untuk menggerakkan jembatan ke samping sejajar dengan jalan. Dengan begitu kapal besar seperti MS. Nieuw Amsterdam bisa akses ke pelabuhan.

Queen Emma Bridge dibangun pada tahun 1888 oleh Leonard Burlington Smith, kemudian diberi nama Queen Emma (1890-1898). Jembatan ini panjangnya mencapai 167 m.

Pada tahun 1901-1934, setiap orang yang akan melewati jembatan, harus mengeluarkan biaya. Kecuali bagi para pejalan kaki. Namun, pada saat jembatan dibuka untuk memberikan jalan kapal yang akan ke pelabuhan. Para pejalan kaki tersebut akan diantar oleh kapal ferry kecil secara gratis.

Sumber : www.curacao.com

Jembatan Tertinggi Di Dunia “Queen Juliana Bridge”

petualangan seru di curacao3
Tu jauh disana jembatannya. jangan liat saya nya ya…..dah pasti ganteng.

Queen Juliana Bridge merupakan salah satu jembatan tertinggi di dunia. Yaitu 185 kaki atau sekitar lebih dari 61 m diatas permukaan air. Dengan ketinggian seperti itu, memungkinkan kapal pesiar lewat dibawahnya. Jembatan ini mempunyai panjang sekitar 500 m.

Setelah hampir satu dekade masa pembangunan, secara resmi jembatan ini dibuka pada “Queen’s Day”, yaitu tanggal 30 April 1974.

Sumber : www.curacao.com

Love Lock atau Love Padlock

petualangan seru di curacao4
love lock atau love padlock

Cinta akan membuat siapa saja yang merasakannya menjadi senang dan bahagia. Sehingga, dengan berbagai cara mereka berusaha untuk mengungkapkan perasaan cinta tersebut terhadap pasangannya. Salah satunya dengan cara menggantungkan gembok di jembatan yang dilalui para pejalan kaki, sebagai simbol cinta mereka. Setelah gembok terkunci, anak kunci tersebut akan dibuang ke sungai atau danau, sebagai simbol bahwa cinta mereka tidak akan pudar, akan kekal selamanya.

Itulah yang dilakukan oleh beberapa pasangan kekasih di Willemstad, Curacao juga para wisatawan yang berkunjung kesana. Mereka menggembok cinta mereka dan menggantungkannya di menara menyerupai bentuk “Love“. Seperti yang kita ketahui di beberapa negara lain juga ada, yaitu :

  1. Pont Dest Arts Bridge, Paris, Francis

    petualangan seru di curacao5
    Pont Dest Arts Bridge, Paris, Francis
  2. Hohenzollern Bridge, Cologne, German

    petualangan seru di curacao6
    Hohenzollern-bridge,Cologne, Germany
  3. N Seoul Tower, Seoul, Korea Selatan

    petualangan seru di curacou7
    N Seoul Tower, Seoul, Korea Selatan
  4. Vodootvodny Canal, Moscow, Russia

    petualangan seru di curacao8
    Vodootvodny Canal, Moscow, Rusia
  5. Ponte Milvio Bridge, Roma, Itali

    petualangan seru di curacao9
    Ponte Milvio Bridge, Roma, Itali

Kapal Ferry atau Ponchi

Dulu Kapal ferry digunakan untuk mengantarkan penumpang secara gratis dari Punda ke Otrobanda atau sebaliknya, yaitu pada saat Queen Emma Bridge dibuka atau berada sejajar jalan raya. Dan sampai sekarang pun masih beroperasi. Namun, lebih digunakan untuk para penumpang atau wisatawan yang sedang berlibur disana. Seperti para penumpang kapal pesiar, MS. Nieuw Amsterdam.

Restorant Di Samping Sungai

Bagi mereka yang hobi wisata kuliner, bisa mencoba makanan yang ditawarkan oleh beberapa restorant disana. Sambil menikmati pemandangan laut yang jernih, jembatan Queen Juliana dan Queen Emma, serta kapal ferry yang berkeliling mengantarkan para penikmat indahnya kota Willemstad, Curacao.

Bangunan Megah

Bangunan disana pun menjadi daya tarik buat para wisatawan yang sedang berlibur disana. Begitupun saya, setiap go ashore tidak lupa untuk mengabadikan kemegahan bangunan dengan konstruksinya yang megah dan mewah. Seperti pada saat menuju ke Maritime Museum yang menjadi destinasi utama saya bersama Boss Dindin.

Apa Yang Ada Di Dalam Museum

petualangan seru di curacaoz
Curacao Maritime Museum

Setelah berjalan kaki selama hampir 15 menit. Akhirnya kami sampai di Curacao Maritime Museum dengan sedikit terengah-engah (terburu-buru waktu itu, kecepatannya seperti kalau kita dikejar angsa Broo). Namun, saya senengnya bukan main. Karena sebentar lagi saya akan melihat dan merasakan atmosfir semangatnya perjuangan pelaut jaman dulu. Serta lebih penting bagi saya adalah racun yang selama ini cuma bisa didengar, sekarang bisa disentuh langsung (WOW banget dagh Broo!).

Ya, itulah model kit yang menjadi virus ajaib bagi saya. Virus yang tidak untuk dibunuh. Tapi, untuk dipelajari yang akhirnya menjadi hobi yang sangat menyenangkan. Hobi yang membawa saya ke museum (huzzz, jangan bilang siapa-siapa ya! Ini kali pertama loh saya ke museum, heee).

Petualangan seru di curacao maritime
Saat selfi bareng di curacao maritime museum bersama Sang Master

“Good afternoon, welcome to Curacao Maritime Museum”

Begitu pintu dibuka, penjaganya langsung menyambut kami dengan ramah. Dia sedikit menjelaskan tentang historinya Curacao, seputar warganya, isi yang ada dalam museum, sampai pada berapa harga karcis yang harus kami keluarkan. Setelah membayar sebesar $6,5/person, berarti $13 berdua. Kamipun bergegas untuk segera melihat apa saja yang ada di museum ini.

Cukup murah kan?.

Oh ya, Agar tidak ada satupun model kit yang terlewat dari sasaran jepretannya. Keluarkan handphone dari sarangnya.

Di bawah ini beberapa hasil jepretan handphone saya saat berada di Curacao Maritime Museum :

Apa Yang Bisa Dipelajari Dari Museum

Museum bukanlah sekadar ruangan atau tempat untuk menyimpan barang-barang kuno atau yang yang mempunyai nilai sejarah. Tapi, museum memberikan pengetahuan yang lebih kepada pengunjung tentang tujuan dibangun nya suatu museum. Misalnya museum Bank Indonesia di Jakarta, memberikan pengetahuan kepada pengunjungnya tentang semua uang yang pernah ada di Indonesia dari jaman ke jaman, seperti Maritime Museum yang saya kunjungi ini, memberikan banyak sekali pengalaman kepada kita. Seperti pelayaran para bajak laut saat berada di wilayah Caribbean, khususnya di Wilemstad, Curacao.

Apa Manfaat Berkunjung Ke Museum

Dengan mengunjungi museum, saya tidak sekadar jalan-jalan untuk menikmati udara segar. Tapi ini kami lakukan dengan sengaja untuk menghindari bisingnya suara mesin diesel kapal, menjauh dari menghirup kotornya asap saat para machinis melakukan pengelasan, atau belepotan karena oli saat bekerja. Tapi dengan mengunjungi museum, khususnya Curacao Maritime Museum ini, saya mendapatkan beberapa dampak yang baik buat saya. Diantaranya :

  • Sebagai penghobi baru scale model kit, Curacao Maritime Museum sangat menginspirasi saya untuk makin semangat dalam mempelajari model kit.
  • Saya yakin saya pun akan bisa merakit model kit dengan sempurna (paling tidak menurut saya sendiri, heee).
  • Mendapatkan sumber untuk koleksi beberapa model kit untuk dirakit suatu saat nanti.
  • Memberikan pengalaman yang sangat berharga yang tidak akan saya lupakan.
  • Membuat saya semakin mencintai model kit.
  • Dimana ada maritime museum, disitu saya hendak berkunjung.

Penutup

Itulah petualangan seru saya bersama Sang Master di Curacao Maritime Museum yang membuat saya harus berterima kasih kepada beliau. Atas semua ajakan dan dukungannya kepada saya mengenai hobi baru saya ini.

Dan hebatnya lagi, Curacao Maritime Museum telah mengantarkan saya ke dunia modelling yang menurut saya hobi yang menyenangkan. Dimana saya akan terus berburu ke penjuru dunia demi mendapatkan kepuasan yang tidak terbayarkan. Kepuasan yang menjadikan saya seorang modeller (Insya Alloh. Amiin). Beberapa model kit yang rencananya akan saya rakit diantaranya : battleship atau warship, submarine, dan kapal layar.

So, apakah BrooGO juga ingin menjadi seorang modeller?

Tulisan Pelaut GO lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *