Puisi Pelaut dan Puisi Cinta Istri Pelaut

Pengertian Puisi Pelaut dan Puisi Cinta Istri Pelaut

Puisi pelaut

Puisi pelaut dan puisi cinta istri pelaut adalah sebuah ungkapan perasaan yang begitu tulus dari seorang pelaut dan istri pelaut. Sesuatu yang selalu dirasakan setiap detik dalam menjalani hari-hari, tanpa kehadiran sang terkasih disisi. Keadaan tersebut terus membangun kerinduan terhadap pasangan. Memupuk kasih sayang diantara pelaut dan sang pujaan hati. Sehingga tidak jarang para pelaut maupun istri pelaut, mencari cara untuk mengungkapkan perasaan mereka.

Ada banyak cara yang biasa dilakukan untuk mengungkapkan perasaan seorang pelaut terhadap pasangannya. Seperti kali ini saya ingin mengungkapkan sesuatu yang sedang saya rasakan dengan sebuah puisi yang saya sebut dengan puisi pelaut.

Puisi Pelaut

Puisi pelaut saya yang pertama berjudul “Wah Pelaut”. Puisi pelaut yang berjudul “Wah Pelaut” ini merupakan hasil atau buah pikiran yang didasarkan dari dua hal berikut :

Pertama : Kehidupan pelaut selalu menarik untuk diangkat ke permukaan, terutama yang berkenaan dengan kisah perjalanan cintanya. Seperti kisah cinta pelaut yang belum menikah, berarti cerita pelaut dengan pacarnya. Pelaut yang sudah menikah tapi belum punya anak, berarti cerita pelaut dengan istrinya, orang tuanya dan mertuanya. Pelaut yang sudah menikah dan punya anak, berarti cerita pelaut dengan istri dan anak-anaknya, orang tuanya dan mertuanya. Pelaut yang sudah menikah tapi berselingkuh, berarti cerita pelaut dengan istrinya, orang tuanya, mertuanya dan selingkuhannya. Dan seterusnya-dan seterusnya.

Kedua : Beberapa pertanyaan saya tentang penilaian orang lain terhadap pelaut. Mereka beranggapan bahwa pelaut itu tidak setia terhadap pasangan, suka selingkuh, suka melakukan hubungan asusila dan hal-hal yang tidak pantas lainnya. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa pelaut adalah profesi yang diinginkan oleh kebanyakan kaum pria, profesi yang bisa dibanggakan, profesi yang bisa mengangkat derajat hidup pelaut juga keluarganya.

Dari kedua alasan dan semua kegelisahan yang saya rasakan, lahirlah sebuah puisi pelaut yang berjudul “Wah Pelaut” ini. Puisi ini saya persembahkan khusus untuk istri saya tercinta dan semua pelaut. Semoga puisi ini bisa memberi semangat buat saya juga buat BrooGO pelaut dimanapun berada.

Puisi pelaut karya : Naim_PELAGO

WAH PELAUT

Pelaut Itu Bergaji Tinggi
Pelaut Itu Hartanya Banyak
Pelaut Itu Hidupnya Mewah
Pelaut Itu Gak Berhutang
Pelaut Itu “Masa Gitu Sih”
Wah PELAUT

Pelaut Itu Playboy
Pelaut Itu Egois
Pelaut Itu Liar
Pelaut Itu “Ah Uenggak Tuh”
Wah PELAUT

Pelaut Itu Keren
Pelaut Itu Hebat
Pelaut Itu Tangguh
Pelaut Itu Kuat
Wah PELAUT

Pelaut Itu Gila
Pelaut Itu Stress
Pelaut Itu Galau
Pelaut Itu Bosan
Pelaut Itu Aneh
Wah PELAUT

Pelaut Itu Pantang Menyerah
Pelaut Itu Energik
Pelaut Itu Luas Pikirannya
Pelaut Itu “Aku Untukmu Tanah Airku”
Wah PELAUT

Pelaut Itu Gak Setia
Pelaut Itu Gak Baik
Pelaut Itu Gak Sopan
Pelaut Itu Gak Bener
Pelaut Itu “Gak Gitu Ah”
Wah PELAUT

Pelaut Itu Seneng Loh
Pelaut Itu Enak Loh
Pelaut Itu Mantap Loh
Pelaut Itu Asik Loh
Pelaut Itu Romantis Loh
Wah PELAUT

Pelaut Itu AKU
AKU Itu Pelaut
AKU Pelaut Itu
Wah PELAUT

Selain ungkapan perasaan pelaut yang dituangkan dalam sebuah puisi pelaut, dibawah adalah beberapa ungkapan hati seorang istri pelaut dalam bentuk puisi cinta istri pelaut.

Puisi Cinta Istri Pelaut

Puisi pelaut1

Puisi cinta istri pelaut merupakan gambaran hidup seorang istri pelaut, yang begitu kuat memegang erat kepercayaan yang diberikan seorang suami. Dialah pendamping setia yang siap menghadapi dalam setiap keadaan. Keadaan disaat dia merasa hidup sendiri tanpa kehadiran suami di sampingnya, saat rindu berat melanda dirinya, saat ingin merasakan kehangatan pelukan suami tapi tidak bisa, juga saat dia begitu tegar dengan keadaan berat lainnya. Perasaan tersebut dia sampaikan dalam sebuah puisi cinta, yang dia persembahkan special untuk suaminya tercinta.

Puisi cinta karya : EVI_Naim’s Wife

KESETIAAN

Aku Tak Kan Rela Kau Tinggalkan
Aku Tak Kan Rela Kau Jauhi
Aku Tak Kan Rela Bila Kita Harus Berpisah Jauh

Ia,
Keadaan Itu Hanya Sementara
Sementara Saat Kau Berlayar
Berlayar Untuk Mengais Rezeki

Karena Ini Adalah Pilihanku
Aku Yang Telah Tau Profesimu
Sejak Aku Mengenalmu

Aku Yakin Akan Bisa Melewati Hari Tanpamu
Karena
Sejauh Mana Kau Berlayar
Hatimu Akan Bersandar Pada Satu Wanita
Yaitu Aku

Yang Setia Menunggumu Pulang Berlayar

SENDIRI DALAM KERINDUAN

Termenung Ku Di Penghujung Malam
Terbangun Dari Tidur Ku Yang Lelap
Tersadar Bahwa Diri Mu Tak Ada Di Samping Ku

Terbayang Oleh Ku
Bila Kau Mendekap Erat Tubuh Ini
Yang Merindukan Mu

Terlintas Oleh Benak Ku
Bila Kau Mampu Menggenggam Tangan Ku
Dan Mengusap Air Mata Ku

Terpikir Oleh Ku
Kau Selau Hadir Dalam Hari Ku
Membangun Kasih Sayang Nyata

Teringat Oleh Ku
Kau Pinjamkan Bahu Mu
Untuk Ku Bersandar

Tapi Apalah Daya Kita
Tak Mampu Melakukan Itu
Waktu Yang Terbentang Di Hadapan Kita
Tak Mampu Kita Hentikan

Waktu Yang Selalu Memisahkan Kita

Hingga Akhirnya Kita Bisa Bersama
Dan Dipertemukan Dalam Sebuah Kebahagiaan
Yang Diimpikan Oleh Semua Pasangan Di Alam Semesta

RINDU ITU INDAH

Betapa Perpisahan Adalah Awal Yang Indah
Indah Merasakan KANGEN
Indah Menahan Rindu
Indah Menanti Mu

Akan Tiba Saatnya Untuk Pertemuan
Indah Memeluk Mu
Indah Menggenggam Tangan Mu
Dan Indah Bersama Mu

Indah Dalam Kerinduan

LELAKI TANGGUH KU

Kau Lelaki Terbaik Ku
Kau Imam Hidup Ku
Kau Pemberani Dan Tangguh
Tanggung Jawab Dan Kasih Sayang Mu
Membuat Ku Luluh Dan Patuh Pada Mu

Cinta Mu Yang Tulus
Kau Tunjukkan Setiap Waktu
Wajah Mu Yang Tampan
Menenangkan Hati Ku
Iman Mu Yang Kuat
Mampu Menuntun Ku

Getaran Jiwa Mu
Menjadi Penyemangat Yang Membara
Kesungguhan Niat Mu
Untuk Membahagiakan Aku
Dan Keluarga Mu

Itulah beberapa dari puisi pelaut dan puisi cinta istri pelaut, yang bisa membuat lega perasaan kami. Perasaan yang sudah lama tertahan, dalam jarak dan waktu panjang sebuah kontrak kerja kapal. Perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh kami, yang menjalani kehidupan sebagai keluarga pelaut. Perasaan yang mungkin orang lain tidak akan bisa memahaminya.

Jadi, mungkinkah kami akan terus terkurung dalam sebuah penjara kerinduan dalam hubungan “LDR” ini? Atau

BrooGO juga sering merasakan seperti yang kami alami? Jika ya, silahkan ungkapkan perasaan BrooGO terhadap pasangan masing-masing, melalui puisi cinta yang akan terus membangkitkan gairah keharmonisan sebuah hubungan.

Seandainya BrooGO mempunyai puisi pelaut atau puisi cinta, yang pernah BrooGO ciptakan khusus untuk pasangan BrooGO. Jangan malu untuk menyampaikannya di bagian komentar di bawah.

Tulisan Pelaut GO lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *